Selasa, 31 Mei 2011

Milan Incar Bastian Schweinsteiger Dan Miroslav Klose



AC Milan dikabarkan akan mencoba mendatangkan Bastian Schweinsteiger dan Miroslav Klose dari Bayern Munich.

Rossoneri akan meminta Mark van Bommel, mantan pemain Bayern, untuk mendekati keduanya. Milan berharap mencapai kesepakatan dengan para direktur Bayern dalam waktu dekat.

Rossoneri membutuhkan figur utama di sisi kiri lapangan tengah, yang bisa mendukung Zlatan Ibrahimovic. Schweinsteiger, yang tampil mengesankan bersama timnas Jerman, diyakini bisa memainkan peran ini.

Namun Schweinsteiger tidak mudah diperoleh. Ia terikat kontrak dengan Bayern sampai 2016, dan kemungkinan hanya akan dilepas Bayern dengan harga tinggi.

Schweinsteiger dikabarkan mulai tidak betah dengan suasana di Allianz Arena, menyusul kepergian pelatih Louis van Gaal.

Klose bisa diperoleh tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. Ia telah mengakhiri kontraknya, dan menolak perpanjangan satu tahun.

Milan melihat Klose sebagai alternatif bagi Ibrahimovic. Jika Ibrahimovic terus berulah, dan banyak terkena hukuman, Klose diprediksi akan banyak menjadi starter.

Sumber di San Siro menyebutkan perundingan untuk mendapatkan keduanya kemungkinan akan dilangsungkan pekan depan.

Zlatan Ibrahimovic Bertahan Di AC Milan



Agen Zlatan Ibrahimovic menampik spekulasi kliennya akan meninggalkan AC Milan dalam waktu dekat.

Diungkapkan agen Mino Raiola, Zlatan Ibrahimovic kemungkinan besar masih akan bermain untuk AC Milan musim depan.

Penegasan itu diungkapkannya menyusul munculnya spekulasi ia akan meninggalkan San Siro dan bergabung ke salah satu klub kaya, Manchester City atau Real Madrid.

"Saya tak menampik kemungkinan AC Milan akan menjadi klub terakhir Ibrahimovic," katanya, Rabu (25/5).

"Saya sudah mengatakan hal yang sama dalam sepuluh tahun terakhir. Saya tak bisa menampik tim mana pun atau skenario yang bagaimana pun karena ketika ia bermain untuk Barcelona, kami tidak pergi ke sana hanya untuk bermain semusim saja."

"Pemain ingin menuntaskan karirnya di AC Milan, tapi saya ragu hal itu bisa terwujud. Saya tak menampik adanya ide gila dengan membawanya pergi dari AC Milan."

"Ibrahimovic penting bagi tim yang ingin menang, karena ia membawa kualitas sebagai pemain dan kekuatan mentalnya. Hal seperti ini penting dan Roberto Mancini dan Jose Mourinho tahu hal ini."

Andrea Pirlo Resmi Berseragam Juventus



Pirlo ingin membawa Juventus kembali meraih kejayaan di kompetisi domestik maupun Eropa.

Gelandang anyar Juventus Andrea Pirlo mengungkapkan, alasannya bergabung dengan Bianconeri adalah untuk membantu tim asal Turin itu kembali menguasai Serie A Italia.

Pirlo telah mengikat kontrak selama tiga tahun dengan Juventus setelah selama sepuluh tahun memperkuat AC Milan. Pemain berusia 32 tahun itu mengungkapkan apa yang diharapkannya bersama Juventus ketika diperkenalkan kepada publik hari ini.

“Kenapa Juventus? Karena ini adalah Juventus. Selain Inter dan AC Milan, mereka adalh tim penting di Italia, Eropa dan dunia,” ujar Pirlo kepada wartawan.

“Juve menginginkan kemenangan. Sudah lama Juventus tak pernah juara, dan itu yang menjadi dasar pilihan saya.”

“Saya ingin menjadi juara. Tim ini salah satu yang mempunyai keinginan dan motivasi paling besar. Klub ini ingin kembali ke masa-masa dimana mereka menjuarai kompetisi Eropa dan Italia.”

Pirlo kemudian mengatakan, dia merasa tertarik dengan tantangan di masa mendatang, dan ingin tetap bermain di tim papan atas pada beberapa tahun ke depan.

“Saya membutuhkan motivasi lebih. Juve memberikan kesempatan itu. Dorongan untuk membawa klub ini ke level tertinggai sangat besar. Saya banyak istirahat pada musim ini. Tapi saya sekarang ingin kembali bermain di level atas selama empat atau lima tahun,” ucap Pirlo.

Rayakan Gelar Juara, Lionel Messi Sempat 'Kenakan' Scarf Milan



Ada insiden unik di perayaan gelar juara Barcelona dinihari tadi, di mana bintang mereka sempat 'mengenakan' scarf Milan.

Dalam perayaan sukses Barcelona memenangi Liga Champions dinihari tadi di Wembley stadium, usai mengalahkan Manchester United 3-1, Lionel Messi terlihat 'mengenakan' scarf Milan.

Tapi, Messi tidak mengenakannya dengan sengaja. Adalah Falco yang mengenakan scarf tersebut ke leher pemain andalan Barcelona itu.

Falco dikenal sebagai orang Italia yang sering masuk ke lapangan dan menjadi terkenal karenanya. Orang yang memiliki nama lengkap Mario Ferri itu juga terlihat pernah masuk ke lapangan dan meminta Marcello Lippi memanggil Antonio Cassano untuk skuad di Piala Dunia 2010.

Nah, dinihari tadi, Falco menunjukkan aksinya dengan masuk ke lapangan di stadion Wembley seusai laga, atau tepatnya setelah penyerahan trofi juara. Dia membawa scarf Milan dan mengalungkan ke Messi sebelum digelandang oleh petugas keamanan.

Bisa jadi Falco ingin Messi menjadi pemain Milan, mengingat dirinya adalah pendukung sejati klub tersebut.

Selasa, 17 Mei 2011

Filippo Inzaghi Ingin Bertahan Di AC Milan



Sayang sekali jika hubungan emosional ini berakhir sekarang, cetus Filippo Inzaghi.
Filippo Inzaghi kembali menegaskan keinginan untuk bertahan hingga satu musim lagi bersama AC Milan.

Striker veteran berusia 37 tahun ini tampil sebagai pemain pengganti ketika Milan melibas Cagliari, Sabtu (14/5) malam. Ini merupakan penampilan pertamanya sejak menderita cedera ligamen lutut November lalu sehingga wajar fans menyambutnya dengan tepukan tangan meriah. Usai pertandingan, Inzaghi berbaur dengan rekan-rekan setimnya merayakan scudetto.

"Saya harus berterima kasih kepada pelatih, klub, rekan-rekan setim, dan fans yang membuat saya merasa kembali seperti pemain sepakbola lagi malam ini," tukasnya dilansir Football Italia.

"Saya sudah lebih dulu mengetahui ada ribuan fans di Piazza Duomo, fans Milan sungguh unik dan mengagumkan."

"Saya berharap bertahan satu musim lagi karena sungguh disayangkan jika kami harus berpisah saat ini setelah membentuk ikatan hubungan emosional yang luar biasa."

"Saya punya peluang bagus untuk bertahan dan itu bukan masalah ekonomi karena Milan sudah memberi saya banyak hal. Kalau kami memiliki koneksi dan respek satu sama lain, saya akan terus mengenakan seragam ini.

Senin, 16 Mei 2011

Selebrasi Scudetto, Milan Ejek Inter



Rossoneri menyindir scudetto Inter musim 2005/06.

Scudetto ke-18 telah resmi disandang AC Milan sejak pekan lalu dengan hasil imbang di markas AS Roma. Namun, perayaan lebih besar baru tergelar pada Sabtu (14/5) malam waktu setempat usai I Rossoneri menggulung Cagliari 4-1.
Ada satu hal mencolok saat bus tim berparade menuju Piazza Duomo. Para pemain Milan membentangkan spanduk bertuliskan: “18 scudetti, semuanya dimenangkan di lapangan”.
Kalimat tersebut merupakan bentuk ejekan untuk rival sekota mereka, Inter Milan, yang kebetulan sama-sama punya 18 titel juara Serie A.
Bedanya, satu scudetto Inter pada 2005/06 bisa dibilang merupakan ‘hadiah’. Di musim tersebut, yang menempati posisi teratas di klasemen akhir sebenarnya adalah Juventus, diikuti Milan di tempat kedua.
Namun, kedua tim tersebut dinyatakan bersalah karena terlibat dalam skandal calciopoli dan menerima hukuman berupa degradasi paksa ke Serie B (untuk Juventus) serta pengurangan 30 poin (Milan).
Inter yang sebelumnya ada di tempat ketiga pun ketiban durian runtuh berupa gelar scudetto.

Adriano Galliani Ingin Pertahankan "Michael Jackson" Di Milan



Galliani berharap presiden Genoa tak menaikkan banderol Boateng.
Kevin-Prince Boateng memang tak bermain saat AC Milan menumbangkan Cagliari 4-1, Minggu (15/5) dinihari.
Tapi gelandang Ghana itu tetap ‘tampil’ setelah laga dengan tarian Moonwalk ala The King of Pop, Michael Jackson.
Setelah menyaksikan performa Boateng di atas panggung dadakan di San Siro plus serentetan performa ciamik yang berperan besar mengantar Milan ke tangga scudetto, wapres Adriano Galliani pun mengutarakan niat untuk mempertahankan eks pemain Portsmouth itu.
Saat ini, Boateng berstatus pinjaman dari Genoa, namun Il Diavolo punya opsi membelinya saat musim 2010/11 rampung.
“Saya harap [presiden Genoa] Enrico Preziosi tak menaikkan harganya,” kata Galliani pada Sky Sport Italia.
“Selain pemain hebat, kami juga akan mendapatkan seorang showman dengan menggaetnya. Dia benar-benar memiliki pergerakan seperti Michael Jackson. Dia seorang balerina profesional.”
“Kami punya Clarence Seedorf yang memiliki suara bagus dan dengan Boateng, kami akan punya segalanya,” tandasnya.

Minggu, 15 Mei 2011

Cukur Cagliari, Milan Rayakan Scudetto



Juara Serie A Italia itu membuktikan diri dengan bermain lepas dan menyerang saat menjamu Cagliari.
Dua gol dari Robinho, ditambah dua dari gelandang veteran Gennaro Gattuso dan Clarence Seedorf membawa Milan menuju suasana yang pas untuk merayakan Scudetto mereka.

Andrea Cossu mencetak gol hiburan bagi Cagliari tujuh menit sebelum jeda dengan memanfaatkan umpan terobosan pemain keturunan Indonesia Radja Nainggolan.

Tiket San Siro terjual habis, bahkan setelah Rossoneri diarak dengan bus atap terbuka keliling Milan.

Milan sempat terlihat kelelahan akibat perayaan gelar itu, dan baru bangkit setelah Cagliari mengancam lewat Radja Nainggolan dan Andrea Lazzari.

Namun, mereka menunjukkan mengapa mereka juara dan menghibur fans Milan pada menit ke-22 saat aksi individunya dari sayap kiri dibiarkan begitu saja oleh pertahanan Cagliari dan kiper Michele Agazzi tak bisa berbuat banyak menyambut tendangan Robinho ke tiang jauh.

Gattuso langsung menggandakan keunggulan satu menit kemudian, lagi-lagi berkat lengahnya pertahanan Cagliari. Gelandang Italia itu menyundul bola muntahan setelah Pato dan Robinho berhadapan langsung dengan Agazzi.

Duet Pato dan Robinho kembali memimpin serangan Milan, dan Pato memberikan umpan terobosan melambung yang tak disia-siakan Robinho pada menit ke-35.

Cossu kemudian memperkecil kedudukan saat memanfaatkan umpan terobosan Nainggolan untuk melewati Mario Yepes dan menjebol gawang Christian Abbiati.

Di babak kedua, ritme pertandingan menurun dan fans menantikan penyerahan piala kepada tim kesayangan mereka, tetapi Seedorf mencetak gol yang mungkin saja menjadi gol terakhirnya bagi Milan, lagi-lagi berkat kontribusi Pato.

Seperti layaknya Seedorf, perayaan Scudetto ini diwarnai ketidakpastian bagi sejumlah pemain veteran Milan seperti Andrea Pirlo, Filippo Inzaghi, dan Mark van Bommel tentang masa depan mereka di San Siro.

Fans Rossoneri pasti tak sabar menantikan skuad Milan musim depan, tak berbeda saat mereka menantikan gelar liga ke-18 musim ini.

Sabtu, 14 Mei 2011

Zlatan Ibrahimovic Bakal Ditukar Dengan Kaka?



Ibra bakal digunakan Milan untuk memboyong Kaka kembali ke San Siro.

Kabar mengejutkan dilansir surat kabar terbitan Spanyol, El Mundo Deportivo. Harian olahraga kedua tertua di Eropa itu melaporkan AC Milan dan Real Madrid tengah mempersiapkan rencana barter yang melibatkan Zlatan Ibrahimovic dan Kaka.

Dalam sepekan terakhir, I Diavoli melalui presiden Silvio Berlusconi dan wapres Adriano Galliani memang acapkali mengungkapkan niat memulangkan Kaka ke San Siro.

Gayung mungkin bersambut lantaran performa playmaker asal Brasil itu bersama Madrid tak bisa dibilang memuaskan. Selain Milan, Kaka juga dihubung-hubungkan dengan kepindahan ke Chelsea.

Dan menurut El Mundo Deportivo, Ibrahimovic bakal digunakan Milan sebagai alat barter untuk menggaet kembali Kaka, yang ditaksir berharga €25 juta. Bila transfer ini terealisasi, Ibra akan bertemu kembali dengan Jose Mourinho, mantan pelatihnya di Inter Milan.

Yang pasti, Milan wajib mempermanenkan status Ibrahimovic dari Barcelona terlebih dulu. Jika segalanya berjalan mulus, kedatangan Ibra ke Santiago Bernabeu juga diyakini bakal membuat Madrid melepas Karim Benzema ke Juventus.

Mark Van Bommel Ingin Perpanjang Kontrak



Mark van Bommel, 34, seperti menemukan kembali gairahnya tampil di lapangan hijau setelah bergabung bersama AC Milan, dan kini bertekad memperpanjang kontraknya di San Siro.Van Bommel masih ingin memberikan kontribusi bagi Rossoneri.
Gelandang Belanda itu bergabung dari Bayern Munchen pada jendela transfer Januari dengan kontrak hanya untuk enam bulan, dan berperan penting membawa Scudetto bagi Milan setelah berhasil melewati masa adaptasi.

Van Bommel mengaku, "Liga Italia adalah liga yang hebat dan sangat menghibur. Saya merasa senang di Milan, tetapi ini bukan tergantung saya, ini tergantung klub."

"Jika mereka meminta saya bertahan, saya tak akan tahu bagaimana untuk menolaknya," ujar mantan pemain Barcelona itu.

Rabu, 11 Mei 2011

Antonio Cassano: Saya Ke Milan Hanya Untuk Menang



Mantan striker Sampdoria ini mengaku senang karena bisa meraih gelar dalam karirnya.
Striker Antonio Cassano menyampaikan kegembiraannya karena telah berhasil meraih gelar bersama AC Milan.

Mantan pemain Sampdoria ini pada Januari lalu telah memutuskan diri pindah ke Milan. Atas gelar pertamanya ini, ia mengaku sangat senang.

"Akhirnya saya bisa juga memenangkan sesuatu," ucapnya merujuk atas sukses Milan yang menjadi juara Serie A Italia musim ini.

"Ya, saya ke sini memang untuk bisa memenangkan sesuatu yang penting dalam hidup saya," ujarnya.

AC Milan Resmi Datangkan Philippe Mexes & Taye Taiwo



Pelatih Massimiliano Allegri mengumumkan perekrutan Mexes dari Roma dan Taiwo (Marseille).
Dua pemain yang akan habis kontrak di akhir musim bersama klub masing-masing, Philippe Mexes (AS Roma) dan Taye Taiwo (Oympique Marseille), akan berganti seragam AC Milan mulai musim 2011/12.
Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Massimiliano Allegri, arsitek I Diavoli, dalam jumpa pers jelang leg II semi-final Coppa Italia di kandang Palermo, Selasa (10/5).
“Kami tak akan bermasalah di sektor pertahanan karena telah mendatangkan Mexes dan Taiwo,” ucap pelatih yang baru mengantar Milan mengakhiri puasa scudetto sejak 2004 itu kepada Football Italia.
Belum diketahui perincian gaji yang harus dikeluarkan Milan maupun lamanya kedua pemain tersebut bakal diikat. Bagaimanapun, kepastian transfer sendiri sudah merupakan kabar sangat bagus bagi I Rossoneri, yang telah lama diberitakan mengincar Mexes dan Taiwo.

Apalagi, sesuai aturan Bosman, mereka tak perlu mengeluarkan uang sepeser pun untuk pemain asal Prancis dan Nigeria itu.

AC Milan Tersingkir, Max Allegri Legawa



Pelatih AC Milan Massimiliano Allegri menolak untuk mengkritik skuadnya setelah tersingkir di Coppa Italia.
Asa AC Milan meraih dua gelar juara domestik musim ini pupus setelah disingkirkan Palermo di semi-final Coppa Italia.

AC Milan kalah 4-3 secara agregate dari Palermo setelah dinihari tadi takluk 2-1 di Renzo Barbera. Di leg pertama di San Siro, AC Milan bermain imbang 2-2.

Namun kegagalan ini tak membuat Massimiliano Allegri marah dan kesal dengan skuadnya.

"Kami memang gagal memaksimalkan kesempatan yang kami miliki. Palermo memainkan laga mereka dengan luar biasa dan saya tak bisa mengkritik pemain saya untuk hal apa pun," katanya, Rabu (11/5).

"Kami tertinggal lebih dulu, tapi kami juga sedikit tidak beruntung melawan Palermo yang bermain sempurna. Kami sudah berbuat semaksimal mungkin di situasi ini," tandasnya.

Max Allegri juga menolak untuk membahas sesuatu yang tidak terjadi, seperti klaim penalti pemainnya di menit-menit akhir yang diabaikan wasit.

"Harusnya ada penalti dengan pelanggaran terhadap Zlatan Ibrahimovic di menit-menit terakhir, tapi jika wasit tidak memberikannya, tak ada gunanya membahas masalah itu," jelas Allegri.

Senin, 09 Mei 2011

FOKUS: Dimulainya Era AC Milan



Sukses meraih scudetto musim ini membuka masa depan AC Milan ke arah yang lebih cerah.
Setelah pesta kemenangan di Olimpico, Roma kemarin, Massimiliano Allageri tidak lama bersantai dan sudah menyiapkan tim untuk musim depan. Targetnya jelas, memenangi sebanyak mungkin trofi.

Hal itu menegaskan kesiapan Allegri untuk membuka era baru di AC Milan. Sebelumnya, AC Milan harus mengakhiri musim tanpa gelar di tangan.

Allegri bersama AC Milan juga masih memiliki kans untuk menuntaskan musim dengan dua gelar juara. Selain Scudetto Serie A, ada Coppa Italia yang masih dalam bidikan mereka.

Tapi dengan kegagalan di Liga Champions musim ini, AC Milan tahu apa yang harus dibenahi untuk bisa menyiapkan diri ambil bagian di kompetisi antarklub terbaik sejagat Eropa itu.

Juga wajib di ingat, AC Milan adalah rajanya Liga Champions di Italia. Juventus yang memenangi scudetto lebih dari 25 kali, atau Inter yang di lima musim terakhir memenangi kejuaraan domestik Italia secara berturut-turut, masih belum bisa mengungguli AC Milan dalam prestasi di kompetisi antarklub Eropa. Tujuh gelar juara dikumpulkan AC Milan, sedangkan Juventus hanya dua dan Inter Milan tiga

Tapi, sejak terakhir kali memenangi trofi juara di tahun 2007, AC Milan belum bisa mentas dari babak 16 besar. Langkah mereka selalu terhenti di babak ini. Kekalahan dari Arsenal dan Manchester United di dua musim lalu bisa dimaklumi, tapi dengan kalah 1-0 dari Tottenham Hotspur di musim ini, fans sepertinya sulit untuk menerimanya.

Musim depan, AC Milan bertekad untuk bisa lebih baik lagi. Pemain dan pelatih juga ingin mengembalikan kebanggaan Silvio Berlusconi, pemilik klub, dengan meraup sukses di kancah Eropa. Toh ia juga siap mengucurkan dana untuk mendatangkan pemain berkelas di bursa transfer musim panas.

Jadi bagaimana peluangnya musim depan?

Untuk berjaya di Liga Champions, tentunya ada kans untuk itu. Antonio Cassano, Mark Van Bommel dan Urby Emmanuelson yang tak bisa tampil di musim ini karena regulasi, bisa diturunkan musim depan secara penuh.

AC Milan juga akan membawa pemain baru yang berada di usia produktif, dengan standar kualitas di atas rata-rata. Sejumlah pemain sudah masuk dalam bidikan, di antaranya Neymar dan Ganso. Cristiano Ronaldo juga masuk dalam pertimbangan, meski mungkin akan sulit untuk terwujud.

AC Milan juga bisa mengandalkan pemain muda mereka yang mulai merekah. Sebut saja Alexander Merkel, yang penampilannya di beberapa laga AC Milan musim ini banyak menuai pujian. Pemain seperti ini bisa menjadi andalan menggantikan 13 pemain AC Milan yang saat ini sudah menyentuh usia 33 tahun atau lebih.

Dari semuanya, bisa diambil kesimpulan kasar bahwa AC Milan memiliki formula yang pas untuk menegaskan dominasi mereka di kompetisi Eropa mulai musim ini hingga beberapa tahun ke depan. Pelatih dan staff yang berkualitas, komposisi pemain muda dan berpengalaman yang berimbang, pemain pelapis yang juga bisa diandalkan, plus kesediaan pemilik klub untuk berinvestasi pada tim, juga campur tangan dewi fortuna membuat AC Milan sangat boleh berharap untuk kembali membuka era baru mulai musim depan.

Clarence Seedorf Dedikasikan Gelar Serie A Untuk Fans



Gelandang Clarence Seedorf masih larut dalam pesta Scudetto, dan mengatakan dirinya mendedikasikan gelar Serie A Italia untuk fans I Rossoneri.

Clarence Seedorf yakin AC Milan akan kembali meraih beberapa gelar lagi dalam beberapa tahun ke depan.

"Milan memperlihatkan pengorbanan sedemikian besar dan kekompakan untuk meraih angka yang diperlukan," ujar Seedorf.

"Kami telah melakukan yang terbaik. Bahkan di babak kedua kami nyaris mencetak gol," lanjutnya.

Milan bermain tanpa gol di Stadio Olimpico, untuk meraih satu angka yang membuatnya menjadi juara Serie A Italia musim ini.

Menurut Seedorf, setelah laga usai semua pemain larut dalam emosi kemenangan. Ia yakin sukses ini akan membuka jalan bagi Milan untuk meraih gelar lagi dalam beberapa tahun ke depan.

"Scudetto ini untuk semua fans kami," katanya.

Seedorf adalah bagian inti Milan yang memenangkan gelar musim 2003/2004. Dia juga memenangkan Liga Champions dua kali; 2003 dan 2007.

Thiago Silva: Scudetto Sudah, Liga Champions Berikutnya



Thiago Silva mengaku puas dan senang bisa mengantar Milan meraih scudetto musim ini dengan menahan Roma 0-0 di Olimpico dinihari tadi.

Bek Milan itu berharap bisa meraih sukses yang sama seperti musim ini di Liga Champions musim depan.

Dengan tambahan satu angka, perolehan poin Milan tak akan bisa dikejar oleh 19 tim lain yang ambil bagian di kompetisi Serie A Italia musim ini.

"Tim ini adalah tim yang sangat kompetitif dan saya selalu yakin, tapi hanya pada saat ini saya bisa menyadari kami bisa meraih scudetto," tegas Thiago Silva.

"Sungguh sulit memenangi Serie A, jadi semua dari kami layak mendapatkan pujian. Tidak ada satu pemain yang layak dikedepankan, karena kami semua bermain bagus dan boleh merayakan bersama."

Thiago Silva pun berharap sukses ini bisa terus berlanjut musim depan, juga menular di kompetisi lain, Liga Champions.

"Sekarang kami bisa menatap ke depan dan mimpi saya berikutnya adalah memenangi Liga Champions bersama Milan," tandasnya.

Minggu, 08 Mei 2011

Silvio Berlusconi: Scudetto Itu Mahal



Berlusconi merasakan banyaknya uang yang ia keluarkan terbayar dengan gelar juara Serie A Italia pertama dalam tujuh tahun.
Presiden Milan Silvio Berlusconi akhirnya merengkuh kembali gelar yang telah cukup lama ia dambakan, dan kebahagiannya membuat ia tak terlalu berpikir soal jumlah dana yang telah ia keluarkan untuk membangun kembali Rossoneri.

"Akhirnya, gelar ini telah tiba, kami telah melakukan banyak hal untuk ini dan kami berhasil mendapatkannya. Seluruh anggota grup berhak mendapat pujian untuk memenangkan gelar ini, yang juga berkat membuat pilihan tepat," puji Berlusconi tentang keberhasilan timnya meraih gelar liga ke-18.

Berlusconi memuji tentara-tentara terbarunya, "Kami telah menemukan pelatih seperti Massimiliano Allegri yang cepat beradaptasi dengan gaya Milan dan pemain baru seperti Ibrahimovic, Robinho, Boateng, Cassano dan van Bommel yang berperan penting."

"Ingat, tim ini solid dan membuat kami bisa mengatasi masa-masa sulit saat banyak pemain cedera," lanjut Perdana Menteri Italia itu.

Berlusconi mengakui, "Tentu saja, ini menelan banyak biaya. Untuk menjadi juara, anda perlu mengeluarkan biaya dan membuat pilihan tepat, terutama di kompetisi Eropa, tetapi kami dalam posisi bagus untuk berprestasi di Eropa juga. Milan tetap akan menjadi salah satu unggulan."

Allegri Masih Belum Percaya Milan Raih Scudetto



ROMA - Sesuai dengan prediksi banyak kalangan, AC Milan akhirnya memastikan gelar scudetto di markas AS Roma, setelah kedua tim bermain imbang 0-0, Minggu (8/5/2011) dini hari WIB. Allenatore Rossoneri Massimiliano Allegri bahkan sempat tidak percaya berhasilti timnya menjuarai kompetisi musim ini.

Pelatih yang diboyong dari Cagliari pada awal musim ini, sukses membuktikan diri sebagai salah satu pelatih hebat. Milan berhasil diantarnya mengakhiri penantian tujuh tahun di tahun pertama pengabdiannya, meski kompetisi masih menyisakan dua laga.

Hasil impresif ini jelas membuat Allegri sangat bahagia. Pelatih 43 tahun ini bahkan masih belum percaya dirinya sukses membawa timnya meraih gelar scudetto.

“Suatu hal yang penting bagi kami untuk mewujudkannya saat menghadapi Roma yang masih berambisi mengejar posisi empat (zona Liga Champions). Kami bermain dengan konsentrasi yang luar biasa untuk membawa scudetto ke Milan tanpa harus menunggu pekan depan,” ujar Allegri selepas laga sebagaimana dikutip Football-Italia, Minggu (8/5/2011).

“Saya harus berterima kasih kepada para pemain, pemilik klub (Silvio Berlusconi) yang memberikan saya kesempatan melatih di tim ini. Tak lupa juga kontribusi dari pemaini baru yang berperilaku tanpa cela di ruang ganti,” sambungnya.

“Mereka semua telah memenangi banyak trofi, namun mereka semua tetap professional dan dan mampu bekerja dalam sebuah kesatuan. Inilah salah satu resep kami memenangkan scudetto,” imbuhnya memuji para pemainnya.

“Jujur, saya masih belum percaya dengan semua ini. Saya sangat sangat bahagia dan beruntung. Saya memiliki skuad yang hebat dan setiap pemain juga saling menghormati satu sama lain,” tandasnya.

Gelar Pertama Pato, Terakhir Buat Seedorf & Ambro?



ROMA - AC Milan berhasil memastikan titel scudetto ke-18 di musim ini usai bermain imbang 0-0 melawan AS Roma, Minggu (8/5/2011) dini hari WIB. Gelar pertama dalam tujuh tahun terakhir ini pun disambut sorak-sorai semua pemain dan juga fan setia Milan, Milanisti.

Bagi Alexandre Pato, yang baru bergabung dengan Milan pada musim 2007 lalu, ini merupakan gelar scudettonya pertama buat Milan. Raut bahagia pun terpancar jelas dari bomber muda Brasil yang kini tengah menjalin asmara dengan putri bosnya, Barbara Berlusconi.

“Ini merupakan pertama kalinya saya memenangi scudetto, jadi ini adalah hari yang spesial buat saya,” ujar Pato di sela-sela perayaan pesta Milan di Olimpico Roma, seperti dikutip Football-Italia, Minggu (8/5/2011).

Sementara gelar scudetto ini merupakan yang pertama untuk Pato, trofi scudetto kali ini justru memiliki makna yang berbeda buat sejumlah pemain lain. Bagi dua pemain veteran Milan, Clarence Seedorf dan Massimo Ambrosini, gelar ini kemungkinan menjadi yang terakhir buat mereka, menyusul perpanjang kontrak keduanya yang masih mandek.

“Inilah sepakbola dan momen inilah yang selalu ditunggu-tunggu setiap musim,” ujar Seedorf yang sudah menjadi bagian dari Milan saat memenangi scudetto pada musim 2003/2004 lalu.

“Sekarang, saya hanya intin memikirkan arti penting gelar ini buat Milan, sebab ini merupakan momen yang indah dalam tujuh tahun karir saya,” sambung Seedorf enggan membicarakan perpanjangan kontraknya.

“Skuad (Milan) akan terus berkembang pesat dan ini merupakan tahun yang menakjubkan buat kami,” imbuhnya.

“Kami memang pantas mendapatkan gelar scudetto musim ini,” lanjut Ambrosini menambahkan.

Gennaro Gattuso: Milan Menang Telak



Gelar juara tahun ini terasa spesial bagi si Badak.
Setelah bermain imbang dengan AS Roma 0-0 di Olimpico, Minggu (8/5) dinihari WIB, gelandang bertenaga badak Gennaro Gattuso mengatakan kesuksesan kali ini terasa spesial karena mereka bisa mengalahkan rival seperti Inter.

"Sabuk juara tahun ini terasa spesial. Mereka seperti menyerah dan kami menang telak," kata gelandang veteran itu sambil tersenyum.

"Mereka menilai saya telah habis, secara personal kejayaan Milan sekarang terasa fantastis."

"Berhasil mengalahkan Inter dalam perburuan Scudetto semakin menyempurnakan pesta. Hasrat meraih gelar juara sangat tinggi, tidak ada yang bisa menghentikan kami."

Beberapa pemain 'tua' Milan kemungkinan besar akan meninggalkan San Siro bulan Juni nanti, tetapi hal tersebut sepertinya tidak akan menimpa pada Gattuso.

"Saya harap kemenangan ini adalah awal dari sebuah era baru bagi Milan. Petualangan saya sebentar lagi akan habis. Untuk menang, klub harus melakukan investasi dengan mendatangkan pemain top."

"Nilai Allegri? Tidak diragukan, 10 dari 10!"

Alexandre Pato: Ini Hari Istimewa



Striker Alexandre Pato mengatakan Scudetto ini adalah gelar pertama sepanjang kariernya di Serie A Italia. Sedangkan Clarence Seedorf dan Massimo Ambrosini yakin gelar ini yang kali terakhir dalam kariernya.

"Ini hari istimewa dalam hidup saya. Kali pertama saya memenangkan Scudetto," ujar Pato.

Milan bermain tanpa gol di Stadio Olimpico, kandang AS Roma, untuk meraih satu angka yang mengantarnya ke podium juara.

Tidak jauh dari tempat Pato, Seedorf memberikan komentar lain. Pemain asal Belanda ini adalah salah satu yang ikut merayakan sukses AC Milan meraih gelar Serie A Italia di tahun 2004.

"Sungguh ini moment terindah dalam tujuh tahun terakhir," kata Seedorf, yang kontraknya akan berakhir musim panas ini.

Bagi Seedorf, gelar ini mungkin yang terakhir. Ia sedang mempertimbangkan untuk meninggalkan Milan, dan melanjutkan kariernya dengan klub lain.

Seedorf yakin tanpa dirinya Milan masih akan berkembang dan meraih banyak gelar lagi pada tahun-tahun berikut.

Bersama Seedorf, Ambrosini kemungkinan juga akan meninggalkan I Rossoneri. Ia bersyukur masih bisa merasakan gelar Serie A, sebelum berpisah dengan rekan-rekannya.

"Milan layak meraih gelar ini," ujarnya pendek kepada Sky Sport Italia.

Alessandro Nesta: Milan Pantas Juara



Rossoneri berada di puncak klasemen sepanjang musim...
Bek veteran AC Milan Alessandro Nesta mengklaim Rossoneri memang pantas menjadi nomor satu di Italia musim ini. Milan baru saja memastikan gelar ke-18 sepanjang sejarah klub setelah bermain imbang 0-0 dengan AS Roma di Olimpico, Minggu (8/5) dinihari WIB.

"Kami berada di puncak klasemen Serie A sepanjang musim. Sesuatu yang normal jika kami pada akhirnya mengakhiri di tempat yang sama," ungkap Nesta pada Sky Sport Italia.

"Keunggulan delapan poin dari rival terdekat merupakan bukti lain jika kami pantas mendapat sabuk Scudetto. Saya dedikasikan gelar ini bagi keluarga."

Nesta kemudian menyebutkan dua nama yang dianggapnya paling berjasa mengantarkan kejayaan di San Siro.

"Zlatan Ibrahimovic dan Thiago Silva. Aksi keduanya sangat menentukan bagi tim," kata Nesta.

AC Milan Juara Serie A Italia 2010/11



Pertandingan antara Inter Milan dan Fiorentina nanti malam tidak akan berpengaruh, karena dengan hasil ini AC Milan tidak mungkin terkejar.

AC Milan malam ini sukses meraih titel Serie A Italia yang ke-18 usai hasil imbang tanpa gol di kandang AS Roma. Tambahan satu poin cukup untuk mengamankan Rossoneri ke tangga juara dengan keunggulan sembilan poin atas rival sekota Inter Milan dengan tiga pertandingan tersisa.

Sebelum pertandingan digelar, skuad asuhan Massimiliano Allegri datang ke Stadio Olimpico dengan harapan meraih minimal satu poin yang dipastikan cukup untuk scudetto 2010/11. Sedangkan Inter baru memainkan laga menjamu Fiorentina nanti malam.

Milan memimpin klasemen sejak akhir November tanpa mengalami banyak kendala, kendati keunggulan mereka sempat tercukur menjadi dua poin pada akhir Maret. Namun hasil yang diperoleh dalam enam laga terakhir semakin memperkokoh posisi Rossoneri di puncak.

Bermain Imbang, AC Milan Pastikan Raih Scudetto



AC Milan akhirnya meraih gelar Serie A Italia setelah bermain imbang tanpa gol dengan AS Roma.
Bermain di kandang Roma, Stadio Olimpico, Sabtu (7/5) waktu setempat, Milan bertekad untuk meraih poin demi memastikan gelar juara liga di musim ini. Usaha itu sudah terlihat sejak awal pertandingan.

Kevin-Prince Boateng, Clarence Seedorf, Zlatan Ibrahimovic dan Robinho sempat beberapa kali membuat peluang namun tidak ada yang menemui sasaran. Meskipun Rossoneri lebih menguasai permainan, tapi Roma juga mampu menciptakan beberapa peluang.

Di babak kedua, Massimo Ambrosini masuk menggantikan Gennaro Gattuso untuk lebih meningkatkan serangan. Baru satu menit babak kedua dimulai, umpan Ignazio Abate disambut oleh Robinho tapi tendangannya membentur mistar gawang Roma.

Setelah itu tidak banyak peluang emas yang tercipta. Usaha tim tuan rumah melalui Francesco Totti dan Fabio Simplicio juga tidak menemui hasil. Max Allegri mencoba mempertajam serangan timnya dengan memasukkan Pato.

Namun tetap tidak ada gol yang tercipta. Boateng sempat mendapat peluang emas tapi tendangannya hanya melebar di samping gawang Doni. Sampai wasit membunyikan peluit terakhir, skor tetap imbang tanpa gol.

Hasil ini sudah cukup bagi Milan untuk memastikan scudetto pertama mereka dalam tujuh tahun terakhir. Dengan mengkoleksi 78 poin, mereka sudah tidak terkejar dari Inter yang mengumpulkan 69 poin meskipun masih menyisakan tiga gim. Milan pun merayakan gelar mereka di Stadio Olimpico.

Sabtu, 07 Mei 2011

Max Allegri Targetkan Kemenangan Dan Scudetto



Walaupun bermain di kandang lawan, Allegri berharap timnya meraih kemenangan sekaligus memastikan gelar juara liga.

AC Milan hanya perlu satu poin untuk memastikan gelar Serie A Italia musim ini saat menyambangi kandang Roma, Sabtu (7/5) waktu setempat.

Allegri optimis bisa merayakan gelar juara pada akhir pekan ini dan membawa semua pemainnya, termasuk mereka yang mengalami cedera dan terkena hukuman kartu, hanya menyisakan Marek Jankulovski yang tidak ikut dalam perjalanan ke Roma.

"Kami semua pergi ke Roma karena saya merasa ini adalah saat yang tepat untuk mengadakan perayaan juara. Kalau itu terjadi maka kami harus merayakannya bersama-sama," ucapnya pada media.

"Ini bukan gim yang mudah bagi kami, Roma pasti tidak ingin kami merayakan gelar di stadion mereka. Apalagi mereka masih punya peluang untuk tampil di Liga Champions. Tapi untuk meraih poin saya rasa bisa kami capai, bahkan kami berharap bisa menang untuk menyempurnakan gelar juara."

Milan sementara unggul delapan poin dari Inter yang menempati peringkat kedua. Kalau pun mereka kalah dari Roma, Rossoneri tetap bisa memastikan gelar juara kalau Inter gagal mengalahkan Fiorentina.

Jumat, 06 Mei 2011

Milan Inginkan Trofi Liga Champions Musim Depan



MILAN - AC Milan sudah hampir pasti merebut scudetto musim ini. Untuk musim depan, mereka sudah mencanangkan target selanjutnya: trofi Liga Champions. Milan sudah sedemikian dekat dengan scudetto ke-18 mereka.
Satu poin di kandang AS Roma pada akhir pekan ini sudah cukup untuk mengantarkan mereka menjadi kampiun Seri A untuk pertama kalinya sejak musim 2003/2004. Meski scudetto belum resmi mereka genggam, Rossoneri ternyata sudah punya target lain.
Musim depan, mereka ingin kembali berjaya di Eropa. "Kami ingin kembali ke jalur kemenangan di Eropa. Setelah memenangi kejuaraan (Seri A), kami akan mencoba melakukan hal yang sama di Liga Champions," ujar Wakil Presiden Milan, Adriano Galliani, seperti dilansir Football-Italia. "Musim ini berjalan buruk buat kami saat melawan Tottenham.
Mari berharap kami punya masalah cedera yang lebih sedikit pada musim depan," tambahnya. Galliani menjelaskan, klub-klub Italia mengalami kesulitan saat bersaing dengan klub Spanyol dan Inggris di level Eropa. Hal ini dipengaruhi salah satunya oleh faktor finansial.
"Di Liga Champions kami terhukum oleh jarak antara kami dan klub Spanyol yang punya keuntungan soal pajak dan dalam hal uang dari TV," tutur Galliani. "Sementara dengan klub Inggris, meski mereka tak punya keuntungan dalam hal pajak, tapi tim-tim besar bisa mendapat pendapatan besar dari stadion yang mereka miliki sendiri," tuntasnya.

Milan Siap Berpesta di Kandang Roma


MILAN - Gelandang AC Milan, Mathieu Flamini, mengaku yakin, klubnya akan berpesta di kandang AS Roma, akhir pekan nanti, untuk merayakan titel scudetto mereka. Milan sedang di ambang juara. Flamini dan kawan-kawan hanya membutuhkan satu poin dari tiga laga tersisa untuk memastikan gelar juara.
Flamini mengaku begitu yakin, klubnya takkan terpeleset saat menghadapi "I Giallorossi" di Stadion Olimpico nanti. “Kami hanya membutuhkan satu angka saja. Kami akan pergi ke Roma untuk memenangkan scudetto musim ini,” sahut Flamini seperti dilansir SkySport.
Flamini melanjutkan, jika timnya sudah memastikan scudetto, maka mereka bisa mengalihkan fokus berikutnya ke Piala Italia. Milan akan menghadapi Palermo pada leg kedua babak semifinal, 11 Mei mendatang.
Di leg pertama yang berlangsung di San Siro, 21 April lalu, hasilnya adalah imbang 2-2. “Kami juga menginginkan Piala Italia, tapi sekarang yang kami pikirkan hanya laga hari Sabtu nanti. Jika berhasil, ini akan menimbulkan kebahagiaan yang luar biasa,” tukas gelandang asal Perancis tersebut.

Pato Tatap Laga Scudetto Melawan AS Roma


MILAN - Setelah absen karena mengalami masalah pada otot sejak pertengahan bulan Lalu, Alexandro Pato berpeluang pulih tepat pada waktunya untuk membela Milan di laga penentu Scudetto melawan AS Roma akhir pekan ini.
Idola di San Siro itu dilaporkan telah mengikuti sesi latihan bersama skuad inti Milan meski dia tidak ambil bagian saaat game internal. Sepanjang pekan ini, bos Milan Massimiliano Allegri dipastikan akan memonitor perkembangan bintang muda Brasil tersebut sebelum mengambil keputusan memasukkan namanya dalam daftar pemain yang akan diturunkan melawan Roma.
Rossoneri hanya membutuhkan satu poin untuk mengubah status Capolista mereka menjadi peraih Scudetto. Kabar baik lainnya bagi Milan adalah kepastian bermain Zlatan Ibrahimovic yang baru saja selesai menjalani sanksi. Sementara itu Pippo Inzaghi, Marek Jankulovski dan Gennaro Gattuso dipastikan absen.

Milan Gantung Masa Depan Andrea Pirlo


Gelandang veteran Milan itu belum tahu apakah musim depan bertahan di San Siro atau tidak.

Milan belum memberikan keputusan terkait masa depan Andrea Pirlo musim berikutnya. Diungkapkan Massimiliano Allegri, masa depan Pirlo akan ditentukan di akhir musim.

"Saat ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan masalah seperti ini," ujar pelatih Milan itu.

"Pihak klub akan duduk bersama pemain di akhir musim dan memutuskan apa yang harus dilakukan," jelasnya.

Pirlo sebelumnya dikabarkan akan dilepas oleh Milan dengan tidak diperpanjang kontraknya yang akan tuntas musim ini.

Gelandang yang bakal berusia 32 tahun bulan ini bukannya tanpa klub yang menginginkannya. Juventus, Chelsea dan Roma antri untuk mendapatkan tanda tangannya.

Malaga Ingin Boyong Alessandro Nesta

Salah satu klub La Liga Spanyol
Malaga dikabarkan sedang mengincar bek veteran AC Milan Alessandro Nesta. Nesta belakangan ini sering bergelut dengan cedera, yang membuatnya jarang
mendapatkan tempat di tim inti Rossoneri. Apalagi kontrak Nesta bersama
Milan akan habis pada musim panas nanti.
Diwartakan Gazzetta dello Sport, pelatih Malaga Manuel Pellegrini telah
mencoba merayu Nesta agar mau berkiprah di La Liga dengan tawaran kontrak
selama dua tahun. Malaga berencana mendatangkan sejumlah pemain pada musim
depan.

Namun, negosiasi baru akan dilakukan menunggu posisi Malaga di La Liga. Malaga
saat ini sedang terancam, karena hanya berselisih dua poin dari tim teratas
zona degradasi. La Liga masih menyisakan empat pertandingan musim ini.

Bagi Nesta, kepindahan ke La Liga akan menjadi pengalaman menarik. Peran pemain
berusia 35 tahun bisa dianggap penting bagi klub tersebut jika tetap bertahan
di La Liga.

Selasa, 03 Mei 2011

Konsistensi, Kunci Sukses AC Milan


AC Milan yang terbaik dalam menyerang dan bertahan sehingga sangat berpeluang meraih titel juara.

Konsistensi menjadi kunci sukses AC Milan yang berpeluang meraih Scudetto. Demikian ditegaskan bek Milan Mario Yepes.

Saat ini, Milan kukuh di puncak klasemen Serie A Italia dengan poin 74. Dengan menyisakan empat pertandingan lagi, Milan unggul delapan poin dari rival terdekat, Inter Milan, yang menduduki peringkat dua. Sukses itu menjadikan Rossoneri makin dekat dengan titel juara untuk pertama kalinya sejak 2004.

"Konsistensi kami," kata Yepes kepada Il Corriere della Sera saat mengungkapkan kunci keberhasilan Milan. "Kami sudah berada di puncak klasemen sejak 20 November," lanjutnya.

"Kami adalah tim terbaik dalam menyerang dan bertahan. Tim dengan karakteristik seperti itu yang akan memenangkan liga," jawab Yepes lagi.

Milan akan menjamu Bologna di San Siro, Minggu (1/5). Bila meraih kemenangan, maka selangkah lagi Milan tampil sebagai juara liga.

Bekuk Bologna, AC Milan Tinggal Butuh Satu Poin Untuk Scudetto


Skor 1-0 cukup bagi Milan untuk meraih tiga angka di San Siro.

Pemegang tahta klasemen Serie A, AC Milan, sukses menjaga jarak delapan poin dengan Inter Milan di peringkat kedua. Selisih sempat menipis jadi lima usai kemenangan Inter 2-1 atas Cesena kemarin. Namun, I Rossoneri merespons dengan positif.

Menjamu Bologna pada Minggu (1/5), armada asuhan Massimilano Allegri membungkus poin maksimal berkat keunggulan tipis 1-0. Gelandang Mathieu Flamini muncul sebagai pencetak gol semata wayang dalam partai yang dihelat di San Siro ini.

Dengan tiga giornata tersisa untuk dimainkan, I Diavolo kini hanya butuh satu angka lagi untuk memastikan raihan scudetto 2010/11.

Kehilangan Zlatan Ibrahimovic dan Mark van Bommel karena suspensi, plus Alexandre Pato serta Gennaro Gattuso yang cedera, Allegri menurunkan Flamini dan kapten Massimo Ambrosini di lini tengah untuk menemani Kevin-Prince Boateng dan Clarence Seedorf, sementara duet penyerang diisi Robinho dan Antonio Cassano. Tak butuh waktu lama bagi Milan untuk membuka skor. Di menit kedelapan, aksi individu Flamini melewati Miguel Britos diakhiri dengan tembakan yang masih bisa ditepis Emiliano Viviano, tapi bola rebound langsung disambar kembali oleh eks pemain Arsenal itu untuk menggetarkan jala Bologna.

Setelah memimpin, tuan rumah makin nyaman menguasai pertandingan. Serangan-serangan Bologna pun seringkali mudah dipatahkan oleh Alessandro Nesta cs. yang mengawal lini belakang Milan.

Di pertengahan dan jelang berakhirnya babak I, Si Merah-Hitam nyaris menambah skor, tapi kans yang diperoleh Boateng dan Flamini gagal berbuah gol. 

Bologna memasuki paruh kedua pertandingan dengan inisiatif menyerang dan pressing ketat demi memupus ketertinggalan.

Guna menambah kreativitas dan daya gedor, arsitek Rossoblu, Alberto Malesani, menarik keluar Matteo Rubin dan Riccardo Meggiorini untuk menyuntikkan Francesco Della Rocca dan Gaston Ramirez di menit ke-54.

Meski begitu, justru Milan yang kembali memperoleh kesempatan. Bola yang hilang dari penguasaan lini tengah Bologna diambil Cassano yang kemudian mengoper si kulit bundar ke arah Robinho, tapi sepakan pemain asal Brasil itu masih menyamping gawang Viviano.

Pada menit ke-70, Malesani melakukan pergantian terakhirnya dengan memasukkan gelandang 25 tahun berkebangsaan Uruguay, Henry Gimenez.

Perjudian ini hampir membuahkan hasil jika saja sundulan Gimenez menyambut sebuah tendangan penjuru tak meleset dari gawang Milan. Beberapa menit kemudian, situasi serupa juga gagal dimaksimalkan Miguel Angel Britos.

Sepuluh menit jelang pertandingan usai, pelatih Allegri melakukan pergantian pertama dengan memasukkan Andrea Pirlo untuk mengisi tempat Boateng. Hanya semenit setelah Pirlo masuk, Bologna harus bermain dengan sepuluh orang. Della Rocca dikartu merah langsung karena tekel terlambatnya terhadap Ambrosini.

Pada menit ke-85, Allegri memberi kesempatan bagi striker muda berusia 19 tahun, Giacomo Beretta, untuk turun menggantikan Cassano. Namun begitu, tak ada gol tambahan hingga pertandingan ini diakhiri oleh wasit Andrea De Marco.

Hasil negatif ini menambah deretan kekalahan Bologna yang sekarang berjumlah lima kali beruntun. Pekan depan, I Rossoblu akan menjamu Parma, sementara Milan bertandang ke AS Roma demi mencari kepastian scudetto.